5 Tips Menghadapi Koreksi Pasar

(Last Updated On: 5 Juli 2018)

Tips Menghadapi Koreksi PasarHampir semua orang tidak suka mendengar kata ‘koreksi pasar’. Namun tunggu dulu, koreksi pasar merupakan hal yang wajar dalam bursa. Saya akan memberikan beberapa tips menghadapi koreksi pasar sehingga anda tidak perlu merasa takut berlebihan lagi.

Dibawah ini adalah beberapa tips menghadapi koreksi pasar :

1. Cari Saham Berfundamental Baik dengan Harga Murah

Setiap kejadian buruk pasti selalu memiliki sisi baiknya. Inilah sisi baik dari terjadinya koreksi pada bursa saham. Dengan terjadinya koreksi maka anda akan dengan mudah menemukan perusahaan-perusahaan berfundamental baik dengan harga diskon.

Disinilah berkah para investor. Harga saham-saham dari perusahaan berfundamental baik biasanya akan kembali ke harga wajarnya saat pasar sudah tidak koreksi lagi. Hal ini terjadi karena koreksi pasar tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan tersebut. Jadi ketika pasar sudah normal maka investor besar akan kembali masuk dan menaikan harga saham tersebut.

Bila anda belum mengenal Analisis Fundamental, anda bisa membacanya di:

Jadi saat menghadapi koreksi pasar besar-besaran yang sebenarnya anda harus sediakan adalah uang cash yang akan menjadi amunisi anda untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

2. Jangan Menangkap Pisau Jatuh

Saya rasa frase ini adalah frase yang paling sering diucapkan oleh para ahli dalam menghadapi koreksi pasar. Jangan menangkap pisau yang jatuh memiliki arti jangan membeli saham yang masih dalam kondisi strong bearish. BIasanya dalam kondisi pasar terkoreksi dalam akan banyak saham-saham yang memiliki trend bearish.

Jika anda membeli saham yang masih dalam kondisi strong bearish dapat saya pastikan anda akan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini karena harga dari saham tersebut akan terus menerus turun bahkan jika menembus titik supportnya maka harga saham tersebut akan turun lebih dalam lagi.

Oleh karena itu membeli saham yang masih dalam kondisi strong bearish sangat tidak disarankan. Mungkin anda bertanya-tanya tentang waktu yang tepat untuk membeli saham dalam kondisi pasar terkoreksi bukan ?

Saya menyarankan anda untuk membeli saham yang bagus pada saat sudah ada tanda-tanda saham tersebut rebounce (memantul). Harga saham biasanya akan memantul pada titik supportnya. Hindari membeli saham yang masih terus menerus turun.

3. Trading Jangka Pendek

Bila koreksi pasar bisa menjadi berkah untuk para investor namun berbeda halnya dengan para trader. Biasanya trader mengalami kesulitan dalam mendapatkan profit dikala koreksi pasar. Pendapatkan para trader biasanya akan berkurang secara signifikan saat koreksi terjadi.

Namun tidak semua saham harganya turun pada saat koreksi pasar terjadi, ada beberapa saham yang tetap dalam trend bullish. Saham-saham inilah yang harus anda cari dan temukan. Bila anda sudah menemukan jenis saham yang dalam kondisi bullish ada baiknya anda melakukan trading jangka pendek. Diusahakan untuk membeli dan menjual saham pada hari yang sama.

Hal ini sebaiknya anda lakukan karena pada saat terjadi koreksi pasar biasanya pergerakan harga saham akan sedikit lebih sulit untuk ditebak. Jangan mengincar profit yang terlalu besar pada saat pasar dalam kondisi bearish.

Untuk informasi bagi anda yang baru masuk ke dunia saham, analisis yang digunakan untuk trading jangka pendek biasanya adalah analisis teknikal. Bagi anda yang belum mengenal analisis teknikal bisa membacanya di:

4. Terapkan Prinsip Cut Loss Secara Disiplin

Prinsip cut loss merupakan prinsip yang harus dipegang oleh anda yang ingin menjadi trader sukses. Prinsip cut loss adalah prinsip dimana anda akan menjual saham anda bila sudah melewati batas toleransi kerugian anda atau harga saham sudah turun menembus titik supportnya. Hal ini harus dilakukan karena biasanya harga saham yang sudah turun menembus titik supportnya akan melanjutkan penurunannya.

Prinsip cut loss akan mencegah anda mengalami kerugian yang besar. Banyak trader pemula tidak suka melakukan cut loss karena menurut mereka sia-sia jika menjual saham pada kondisi rugi. Namun sebenarnya dengan melakukan cut loss maka para trader dapat terhindar dari penurunan harga yang lebih dalam.

Cut loss sangat penting karena sehebat-hebatnya seorang trader pastilah tetap bisa melakukan kesalahan. Tidak ada yang bisa luput dari kesalahan di pasar modal. Oleh karena itu prinsip ini sebaiknya diterapkan oleh seluruh trader yang ingin mendapatkan profit maksimal.

Selain prinsip cut loss, sebenarnya ada juga prinsip-prinsip lainnya di dalam dunia saham. Namun yang paling banyak menjadi panduan bagi investor saham adalah prinsip investasi ala Warren Buffett. Anda bisa membacanya di:

5. Pergilah Berlibur

Banyak traders yang memanfaatkan koreksi pasar untuk mengambil waktu untuk berlibur dan menikmati profit yang telah didapat. Memang ada benarnya juga untuk sejenak keluar dari rutinitas trading yang memacu adrenalin sehingga anda dapat memiliki kehidupan sosial juga.

Perlu anda ketahui terkadang memaksakan untuk melakukan trading saat terjadi koreksi pasar dapat membuat anda mengalami stress dikarenakan sulitnya menemukan peluang untuk mendapatkan profit. Resiko yang diambil pun terkadang tidak sebanding dengan keuntungan yang bisa didapatkan.

Bila anda kurang yakin untuk melakukan trading saat koreksi pasar terjadi ada baiknya anda pergi berlibur dan menikmati hasil kerja anda selama ini.

Sekian tips menghadapi koreksi pasar yang bisa saya berikan. Semoga anda bisa terus mendapatkan keuntungan walau kondisi pasar sedang kurang kondusif. Tips menghadapi koreksi pasar yang saya berikan ini hanyalah saran tidak harus anda ikuti.

Terima kasih

 

Ayo Bagikan Informasi ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *