7 Tips Lengkap Investasi Saham Bagi Pemula

(Last Updated On: 4 Juli 2019)

Kali ini saya akan memberikan “7 Tips Investasi Saham bagi Pemula”. Artikel kali ini akan sangat penting untuk dibahas karena masih banyak orang yang bingung dan terjebak saat pertama kali berinvestasi saham.

Pasti bagi anda yang baru pertama kali terjun ke pasar modal akan bingung bagaimana cara untuk memulai berinvestasi saham secara baik dan benar. Namun hal tersebut sangatlah normal dan dialami oleh banyak orang bukan hanya anda sendiri.

Mari kita telisik lebih dalam bagaimana tips investasi saham bagi pemula yang dapat menuntun anda terhindar dari kerugian yang besar.

Tanpa anda sadari banyak investor saham yang melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang bisa berakibat fatal pada jalannya investasi mereka pada instrumen saham, pastinya anda tidak mau melakukan kesalahan-kesalahan tersebut bukan?

Oleh sebab itu saya di sini akan memberikan tips lengkap dalam berinvestasi saham bagi pemula, saya harap dengan membaca artikel ini anda akan terhindar dari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para investor pemula.

Mari kita lihat apa saja tips investasi saham bagi pemula yang ingin sukses…

7 Tips Investasi Saham Pemula:

1. Mulailah Dengan Modal yang Tidak Besar

Tips investasi saham 1 : Mulai dengan uang kecil

Mengapa harus memulainya dengan modal yang kecil ?

Bila anda memulai berinvestasi saham, pastinya anda akan mengalami beberapa kerugian terlebih dahulu bukan?

Namun tidak perlu khawatir, karena itu merupakan hal yang normal bagi siapapun yang baru masuk ke dalam pasar modal.

Oleh karena itu, memulai investasi saham dengan modal yang tidak besar akan menghindarkan anda dari kerugian yang terlalu besar selama proses pembelajaran anda.

Pastinya anda tidak mau kehilangan uang dalam jumlah besar pada saat anda masih dalam tahap belajar bukan?

Oleh karena itu, pilihlah sekuritas yang memberikan kemudahan dalam hal jumlah setoran awal agar anda dapat memulai investasi saham dengan jumlah uang yang tidak terlalu besar.



Sekarang banyak sekuritas yang sudah memberikan kemudahan dalam hal setoran awal. Hanya dengan Rp 100.000 anda sudah bisa membuka rekening dan mulai berinvestasi saham.

Jadi, hilangkanlah pikiran bahwa memulai investasi saham itu memerlukan modal yang besar…

Seiring berjalannya waktu, ketika anda sudah makin mengerti terkait dengan cara menilai suatu saham, anda baru secara perlahan menambah modal anda sehingga anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dan mengurangi resiko yang akan merugikan anda.

Janganlah terburu-buru untuk memulai investasi dalam jumlah yang besar bila anda belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang saham.

2. Beli Saham dengan Fundamental yang Baik

Tips Investasi Saham 2 : Beli saham berfundamental baik

Tips investasi saham yang kedua adalah belilah saham yang berfundamental baik.

Membeli sebuah saham sama dengan anda membeli sebuah perusahaan dan pastinya anda tidak ingin membeli perusahaan yang jelek kinerjanya kan?

Itu sebabnya anda sebaiknya membeli saham yang memiliki fundamental yang baik.

Fundamental suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. Selain itu juga dapat dilihat dari kenaikan harga sahamnya.

Saham yang berfundamental baik biasanya termasuk dalam kategori saham bluechip.

Saran dari saya adalah hindari saham-saham yang berkapitalisasi kecil atau sering disebut dengan saham gorengan.

Saham gorengan memiliki karakteristik harga yang tidak menentu. Hal ini karena saham gorengan sering dikendalikan harganya oleh bandar sehingga harganya menjadi fluktuatif.

Itu sebabnya harga dari saham-saham gorengan tersebut menjadi sulit ditebak dan bisa menyebabkan kerugian bagi anda, terutama yang baru mulai berinvestasi saham.

Kebanyakan orang yang bermain di saham gorengan lebih mengandalkan spekulasi dibandingkan data yang valid. Hal ini sangat tidak cocok dengan para investor pemula yang memiliki tujuan berinvestasi dan bukan berspekulasi.

Tapi, kenapa masih banyak pemain di saham gorengan?

Walau saham gorengan memiliki resiko yang sangat tinggi, jika anda beruntung (namun tidak semua beruntung), anda dapat memperoleh keuntungan yang sangat besar, bahkan bisa mencapai puluhan persen.

Namun harus diperhatikan bahwa keuntungan yang didapat hanyalah dipengaruhi oleh faktor keberuntungan karena sangat sulit dalam menganalisis saham yang bergerak terlalu fluktuatif.

Jadi, bagi anda yang tidak ingin kehilangan modal anda, saya sarankan untuk menjauhi saham-saham jenis ini dan lebih berfokus ke saham-saham yang sudah terbukti baik kinerjanya.

3. Diversifikasi

Tips Investasi Saham 3 : Lakukan DIversifikasi

Ada pepatah: Jangan menaruh telur pada 1 keranjang yang sama.”

Pepatah ini sangat relevan bila dikaitkan dengan tips berinvestasi saham bagi para investor pemula bahkan yang sudah profesional sekalipun.

Hal ini sebaiknya anda lakukan untuk mengurangi resiko bila terjadi hal-hal yang tidak anda inginkan pada saham yang anda miliki.

Karena seperti yang anda ketahui bahwa tidak ada yang pasti di dalam pasar modal. Semua kemungkinan (untung maupun rugi) dapat terjadi.

Oleh karena itu ada baiknya bagi anda yang baru memulai berinvestasi saham untuk menyebar modal anda pada beberapa saham yang sudah anda analisis.

Jangan hanya menaruhnya pada satu saham saja karena bila saham tersebut mendadak harganya anjlok, anda akan kehilangan seluruh modal anda. Sangat sayang bukan?

Itu sebabnya kenapa anda harus melakukan divesifikasi pada modal anda dengan menaruhnya pada saham-saham yang berbeda.

Lebih baik lagi bila anda mendiversifikasikan saham anda bukan hanya pada saham yang berbeda melainkan  juga pada saham yang berbeda sektor bisnisnya.

Contoh :

Misalkan anda membeli saham ABCD yang bergerak di bidang perbankan. Maka ada baiknya anda membeli saham WXYZ yang bergerak di bidang industri. Hal ini sebaiknya dilakukan karena bila suatu hari seluruh saham perbankan mengalami masalah, anda tidak akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Diversifikasi saham sangat penting bagi investor saham. Anda akan terus melakukan hal ini sampai anda mahir nantinya.

Bahkan investor ternama seperti Warren Buffett sekalipun memiliki sekitar 25 saham yang berbeda. Dapat dilihat bahwa diversifikasi bukan hanya dilakukan oleh para pemula melainkan juga yang sudah mahir sekalipun.

Namun perlu anda perhatikan juga, jangan terlalu banyak menempatkan modal investasi anda pada saham yang terlalu banyak karena hal itu akan membuat anda tidak fokus dalam memperhatikan perkembangan dari masing-masing saham.

Bagi anda yang ingin memulai berinvestasi saham, saya menyarankan untuk menaruh modal pada 5-10 saham yang berbeda sektor bisnisnya. Jumlah ini tepat karena anda dapat melakukan diversifikasi dengan cukup baik tanpa harus mengorbankan kesempatan anda untuk memantau setiap sahamnya.

Jadi mulailah memilih beberapa saham dari sektor yang berbeda untuk dijadikan tempat untuk mendiversifikasikan dana investasi anda.

4. Belajar Analisis

Tips Investasi Saham 4 : Belajar Analisis

Sebagai pemula dalam investasi saham, anda harus terus belajar terutama dalam hal analisis saham.

Analisis saham akan sangat berguna bagi anda dalam menentukan keputusan membeli saham, saya mengerti pasti pada saat anda memulai berinvestasi saham anda akan sangat kebingungan dengan yang namanya analisis saham.

Namun disaat anda sudah mengerti cara menganalisis suatu saham, anda sudah tidak akan pernah lagi melakukan pembelian saham hanya karena ikut-ikutan saja melainkan mampu menentukan saham yang baik menurut versi anda sendiri.

Lalu bagaimana kalau analisis saya berbeda dengan kebanyakan orang ?

Janganlah takut bila hasil analisis anda berbeda, karena setiap orang memiliki sudut pandang berbeda dari saham berfundamental baik, ataupun cara membaca grafik. Itu yang menyebabkan adanya perbedaan hasil analisis.

Baca juga: Mengenal apa itu Value Investing

Tapi janganlah takut, lebih baik gagal mengikuti analisis sendiri daripada hanya ikut-ikutan dan merasakan keuntungan tanpa mendapatkan pelajaran yang berarti.

Tidak perlu anda pusing memikirkannya, semua orang yang baru masuk ke dunia saham pasti pernah mengalami kebingungan terkait cara analisis saham.

Pada dasarnya analisis saham dibagi menjadi dua, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.

Untuk mengenal Analisis Secara lebih mendalam bisa membaca:

Pada analisis fundamental anda akan menganalisis laporan keungan suatu perusahaan sedangkan pada analisis teknikal anda akan berfokus pada grafik harga suatu saham.

Walau kelihatannya mudah namun sebenarnya banyak hal yang harus anda pelajari di dalamnya, bahkan yang sudah mahir sekalipun tetap masih harus belajar.

Walaupun menyulitkan terutama bagi pemula, namun anda tetap harus belajar pelan-pelan untuk mengerti analisis saham.

Media belajar analisis saham :

A. Seminar

Semenjak pemerintah gencar melakukan sosialisasi saham kepada masyarakat, seminar-seminar terkait edukasi saham pun semakin banyak.

Banyak seminar yang ada dan bahkan beberapa dapat anda ikuti tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun dan beberapa ada yang mengharuskan anda membayar. Namun itu juga tidak mahal.

Seminar-seminar tentang edukasi saham akan memberikan banyak informasi yang belum anda ketahui sebelumnya.

Biasanya dalam suatu seminar, panitia akan menghadirkan sosok yang sudah terkenal di dalam investasi saham, pastinya setiap tokoh memiliki tips dan trik yang akan mereka bagikan yang dapat menambah wawasan anda terkait dengan investasi.

Dalam sebuah seminar juga biasanya ada sesi workshop dimana anda akan secara langsung belajar menganalisis suatu saham berdasarkan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Hal ini pastinya akan sangat membantu anda karena anda akan dibimbing oleh mentor yang berpengalaman.

B. Training dari Sekuritas

Sekuritas yang baik pastinya akan membimbing anda dalam berinvestasi saham, caranya adalah dengan melakukan berbagai training yang berhubungan dengan investasi saham.

Sekuritas biasanya melakukan training langsung di kantor pusat maupun kantor cabang mereka masing-masing. Anda dapat bertanya terkait denga training tersebut kepada CS sekuritas anda masing-masing.

Selain melakukan training di kantor sekuritas tersebut, terkadang sekuritas juga mengadakan training jarak jauh yang dikenal dengan nama webinar. Biasanya anda akan diberikan link ke suatu aplikasi yang memungkinkan anda untuk menonton penjelasan dari trainer dan dapat langsung berdiskusi hanya melalui gadget anda masing-masing

Pastinya kehadiran webinar ini mampu memberikan kemudahan bagi anda, terutama bagi orang yang tidak memiliki waktu yang banyak, seperti contohnya pegawai kantoran.

Sekuritas yang cukup sering mengadakan training dan program edukasi adalah IndoPremier. Saya bukan promosi loh ya, ini berdasarkan pengalaman saya sendiri hehehe….

Pastikan juga kalian membaca “6 Hal Penting Dalam Memilih Sekuritas”

C. Buku

Sudah banyak buku-buku yang beredar terkait dengan cara melakukan analisis saham, baik itu analisis fundamental maupun analisis teknikal.

Anda pun dapat membeli buku-buku tersebut dengan harga yang cukup murah, hanya berkisar antara 60-100 ribu rupiah.

Kelebihan dari membeli buku adalah informasi yang anda dapatkan menjadi lebih lengkap dan anda dapat membacanya berulang kali hingga anda mengerti.

Ada beberapa penulis buku tentang saham yang cukup terkenal seperti contohnya Ryan Filbert,Ellen May, dan Teguh Hidayat.

Penulis buku tentang saham masih banyak selain kedua tokoh di atas, dan setiap penulis menawarkan keunggulan mereka masing-masing

Ada yang berfokus pada bidang analisis teknikal dan yang lain berfokus pada analisis fundamental.

Setiap penulis juga menyuguhkan konten-konten di buku mereka dengan gaya pembawaan yang berbeda-beda sehingga setiap orang memiliki penulis buku favoritnya masing-masing.

Bila anda tidak ingin mengeluarkan uang, anda juga dapat mendownload E-Book yang tersedia di internet terkait dengan saham. Namun, kebanyakan E-Book yang beredar di internet menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantarnya.

D. Grup Edukasi Saham

Sekarang banyak grup-grup yang membahas tentang saham di berbagai aplikasi chatting.

Tak ketinggalan InvestaZee juga punya loh…

Bisa langsung klik dilink ini ya : Line Square InvestaZee

Namun, anda juga dapat dengan mudah menemukan grup saham di aplikasi Telegram.

Di dalam grup saham ini anda dapat dengan mudah menemukan orang-orang yg sudah berpengalaman dalam berinvestasi saham.

Sehingga anda dapat berdiskusi langsung dengan mereka dan akhirnya anda dapat memahami pola pikir mereka.

Selain itu, grup-grup saham juga akan secara aktif berdiskusi terkait isu-isu terkini yang membuat anda update dengan isu terkini.

Mereka juga akan saling berdiskusi tentang berbagai tips dan trik dalam melakukan analisis pada suatu saham. Sehingga anda akan dengan mudah mengerti, karena anda bisa langsung bertanya bila ada suatu hal yang tidak anda mengerti.

5. Fokus Jangka Panjang

Tips Investasi Saham 5 : Waktu melawan resiko

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para investor saham adalah menginginkan untung secara cepat.

Namun hal ini sebenarnya sulit terlaksana terutama bagi anda yang masih belum mengetahui banyak mengenai dunia saham.

Pada saat baru memulai ada baiknya anda berfokus dengan investasi jangka panjang terlebih dahulu dan bukan pada trading singkat.

Mengapa harus berinvestasi jangka panjang?

Apapun bisa terjadi di pasar modal. Satu-satunya cara untuk mengurangi resiko naik-turunnya harga adalah dengan menambah jangka investasi anda.

Semakin lama jangka investasi anda, makan semakin kecil pula resiko anda untuk mengalami kerugian.

Mengapa jangka waktu bisa mengurangi resiko?

Hal ini bisa terjadi karena harga suatu saham selalu bergerak.

Pergerakan saham dalam jangka waktu pendek lebih dipengaruhi oleh trend sesaat, seperti isu-isu baik positif maupun negatif dan permainan bandar.

Sedangkan pergerakan saham dalam jangka waktu panjang cenderung lebih stabil dan mengalami kenaikan yang cukup signifikan(hal ini berlaku terhadap saham berfundamental baik).

Oleh karena itu bagi pemula, lebih mudah untuk memilih saham berfundamental baik karena tanpa anda bisa membaca laporan keuangan sekalipun, anda bisa menilai kinerja suatu perusahaan menggunakan logika anda.

Contohnya :

Saham yang berfundamental baik itu biasanya perusahaan yang sudah memiliki nama baik dan barangnya selalu ada di sekitar anda dan anda tanpa sadar sering menggunakan barang-barang tersebut.

Seperti contohnya Unilever ( UNVR ). Semua produknya beredar di sekeliling kita dan berkualitas baik. Ini merupakan salah satu ciri perusahaan yang baik kinerjanya.

Mulailah  membeli saham yang anda kenali produknya.

Selain itu, dengan berfokus jangka panjang, anda memiliki waktu yang lebih untuk belajar terkait analisis.

Bayangkan, jika anda memaksakan trading tanpa pengetahuan yang cukup dan harus memandangi layar komputer setiap harinya tapi tidak menghasilkan untung dan malah buntung. It’s just wasting your time!

Seharusnya anda bisa memanfaatkan waktu awal anda untuk belajar lebih dalam mengenai analisis, baik analisis fundamental untuk menjadi investor yang baik, maupun analisis teknikal untuk menjadi trader yang baik.

Sekali lagi, pesan dari saya adalah buang jauh-jauh keinginan anda untuk bisa kaya secara cepat tanpa memiliki pengetahuan di dunia saham.

Bagi anda yang berpikir bahwa melakukan investasi tidak memberikan untung sebesar trading saham, itu sangat tidak benar.

Investasi jangka panjang juga bisa memberikan keuntungan yang cukup besar bukan hanya pada akhir disaat anda menjual saham tersebut ketika harganya tinggi. Namun, anda juga bisa mendapatkan dividen yang rutin setiap tahunnya untuk beberapa saham(tidak semua). 

Selain itu anda juga bisa mengikuti RUPS(Rapat Umum Pemegang Saham), yang pastinya akan menambah pengalaman bagi anda yang baru memasuki dunia saham.

Jadi, fokuslah belajar terlebih dahulu, karena belajar analisis juga merupakan investasi yang nantinya akan sangat berguna bagi anda semua.

6. Analisis Portofolio Secara Berkala

Tips Investasi Saham 6 : cek portofolio

Apa sih tujuan dari analisis portofolio anda sendiri?

Dengan melakukan penilaian terhadap portofolio anda sendiri secara rutin, anda dapat melihat perkembangan dan perubahan yang terjadi terhadap modal anda.

Modal anda pasti mengalami perubahan(baik itu bertambah karena untung, maupun berkurang karena kerugian)

Itu sebabnya kenapa anda harus memantau selalu portofolio anda sehingga anda dapat menilai kinerja investasi anda selama ini.

BIla anda merugi, cobalah anda cari tahu dimana kesalahan utama anda dan cobalah untuk tidak melakukan hal itu lagi.

Bila anda untung, coba anda lihat apa yang menyebabkan anda mendapatkan untung. Apa itu sekedar keberuntungan pemula atau memang ada data yang mendasarinya. Bila berdasarkan data, selamat, anda sudah mampu disebut pemula yang cukup mahir.

Banyak investor yang menyerah dan berputus asa ketika mengalami kerugian yang cukup besar. Namun mengalami kerugian merupakan suatu hal yang wajar, terutama bagi pemula.

Namun, saya berpesan kepada anda semua, janganlah berputus asa ketika mengalami kerugian.

Bila anda mengikuti tips nomor 1 diatas, pasti anda tidak akan mengalami kerugian yang cukup besar, oleh karena itu teruslah mencoba, jangan menggunakan modal yang terlalu banyak di awal.

7. Kendalikan Emosi

Tips investasi saham yang terakhir namun tidak kalah penting dari yang lain adalah kendalikan emosi anda sendiri.

Hal ini merupakan penentu apakah anda akan sukses atau tidak di dunia investasi saham.

Kadang gejolak harga saham dapat mempengaruhi emosi anda, namun janganlah anda termakan oleh emosi anda sendiri.

Contoh :

Anda melihat saham ABCD harganya naik terus, dari Rp 900 ke Rp 980, lalu anda memutuskan untuk membeli saham tersebut karena beranggapan harganya akan naik lagi. Namun, setelah anda membeli diharga Rp. 980, ternyata harga saham anjlok ke Rp 950. Lalu karena merasa akan mengalami kerugian, anda menjualnya dalam kondisi rugi. Namun ternyata harganya kembali naik ke Rp 1000.

Tentu anda sangat menyesal karena sudah terlanjur rugi dan sudah emosi. Anda membeli saham ABCD lagi dan berharap akan naik harganya. Memang benar harganya naik menjadi Rp 1010. Namun, keesokan harinya langsung jatuh dan anda tentu sangat merugi.

Ini merupakan contoh dari orang yang termakan oleh emosinya sendiri. Contoh ini banyak terjadi di dunia investasi saham.

Emosi seseorang biasanya akan meningkat bilamana mengalami kerugian. Oleh karena itu ada baiknya bila anda ingin menjadi trader yang baik. Saat emosi sudah meningkat dan anda tidak bisa mengendalikannya, lebih baik anda rehat sejenak dan melakukan hal lain.

Mental yang wajib dimiliki oleh trader dan investor yang ada di pasar modal adalah :

Siap untung, siap rugi

Jangan hanya mau untung, namun anda juga harus siap bila harus menerima ‘pil pahit’ dari kerugian itu.

Saya selalu melihat kerugian sebagai pembelajaran. Itu merupakan sinyal bahwa ada yang salah dari analisis saya dan pastinya akan membuat saya lebih baik dalam melakukan analisis kedepannya.

Jangan pula anda memiliki mental penjudi yang ingin meraup untung besar secara singkat.

Hal ini tidak akan terjadi di dunia saham.

Jangan pula menjadi orang yang rakus karena ini akan membawa anda ke dalam lembah kerugian.

Anda boleh rakus disaat orang lain merasa takut, seperti yang diajarkan oleh Warren Buffett sendiri.

Ketika anda melihat orang lain takut untuk membeli suatu saham, namun hasil analisis anda melihat ada sesuatu yang bagus dari saham tersebut, BELI !

Hasil analisis yang dilakukan secara benar pasti akan membawa anda merasakan nikmatnya untung.

Kesimpulan :

Ada beberapa tips yang akan sangat berguna bagi anda yang baru masuk ke dunia saham.

Namun yang dapat menentukan anda rugi atau untung hanyalah diri anda sendiri, dan bila anda mengikuti tips yang saya berikan, saya percaya anda akan sukses dan tidak melakukan kesalahan yang sering dilakukan pemula.

Banyaklah membaca agar menambah wawasan anda, terus belajar hingga anda sukses.(AAL)(CEL)

Sekian dari saya, terima kasih…

Ayo Bagikan Informasi ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *