Price Vs value

Perbedaan Price dan Value Dalam Saham

Pastinya anda sudah sering mendengar 2 kata diatas bukan ? Namun tahukan anda perbedaan diantaranya ? Terutama di dunia saham ? Mari bersama kita lihat perbedaan price dan value di dalam dunia saham.

Quote dari Warren Buffet diatas pasti sudah memberikan anda gambaran singkat tentang perbedaan antara PRICE & VALUE bukan ?

Apa perbedaan antara Price & Value ?

  • Price sendiri berarti harga yang anda harus bayarkan untuk mendapatkan sebuah barang yang anda inginkan
  • Value sendiri berarti nilai yang anda dapatkan dari suatu barang yang anda beli tersebut

Contohnya :

Anda membeli saham Unilever ( UNVR ) pada harga per lembarnya Rp 50.000, sehingga untuk membeli 1 lot saham UNVR anda memerlukan uang Rp 500.000.

  • Price ⇒ Harga yang anda bayar ⇒ Rp 500.000
  • Value ⇒ Apa yang anda dapatkan dari pembelian saham tersebut

Peningkatan harga tidak selalu dibarengi dengan peningkatan dari nilai barang tersebut ( Mutu ), namun seringnya peningkatan value selalu dibarengi dengan kenaikan harga, itulah yang terjadi selama ini di pasar modal.

Namun kadang ada juga beberapa saham yang sebenarnya memiliki value yang bagus namun harganya masih tergolong murah, saham-saham seperti inilah yang harus dicari oleh anda.

Biasanya pada kondisi saham tidak menentuk atau turun merupakan kesempatan yang baik untuk mencari saham-saham yang valuenya bagus namun dengan harga yang juga cenderung murah.

Jadi mulailah mengubah mindset anda dalam melihat trend bearish, lihatlah kesempatan tersebut untuk menjadi peluang dalam meraup saham-saham berkualitas dengan harga diskon.

Mengapa bisa mutu suatu barang dalam hal ini saham tidak meningkat namun harganya melambung drastis ?

Hal ini banyak terjadi di pasar modal, dimana saham-saham dengan fundamental yang buruk namun dalam 1 hari harganya bisa meningkat hingga puluhan persen. Hal ini dapat terjadi karena ada bandar yang memainkan saham tersebut atau dikenal dengan nama menggoreng saham.

Selain karena bandar, peningkatan harga juga dipengaruhi oleh trend sesaat, seperti contoh yang baru-baru ini dimana saham TAXI meningkat secara drastis karena ada isu bahwa Go-Jek akan melakukan Backdoor Listing melalui saham ini, padahal belum ada keterangan resmi apapun.

Jadi dapat kita lihat bahwa harga suatu saham dapat meningkat ataupun menurun tanpa suatu hal yang pasti dan dalam  waktu yang cukup singkat

Namun hal ini berbeda dengan Value…

Value dari suatu saham sangat jarang naik turun secara drastis seperti harga saham. Value dari saham sangat berbeda dengan harga saham.

Value suatu saham ditentukan oleh banyak faktor, namun yang paling menentukan adalah integritas managemen dari perusahaan tersebut. Managemen yang baik pastinya akan memberikan timbal hasil yang baik juga dan pada akhirnya akan menghasilkan laporan keuangan yang memberikan senyum lebar bagi para investornya.

Walaupun value dari suatu saham sulit ditentukan dan masih banyak masyarakat investor yang belum bisa menentukannya, namun ada suatu rasio yang bisa digunakan untuk menentukan value dari suatu saham.

Rasio yang bisa anda gunakan untuk menjadi patokan value suatu saham adalah PBV ( Price to Book Value )

Price to Book Value (PBV) =  Stock Price per Share / Book Vale Per Share

Walau banyak pendapat dalam cara menentukan harga wajar, tapi menurut saya menggunakan rasio PBV ini merupakan car yang paling mudah, sehingga cocok untuk ada yang baru memulai untuk berinvestasi saham.

Teknik menggunakan PBV cukup mudah, hanya cukup lihat keterangan dibawah ini :

PBV yang berada pada angka 1 menunjukan sudah berada di nilai wajarnya.

Bila PBV > 1 maka bisa dianggap harga suatu saham tersebut sudah terlalu mahal

Bila PBV < 1, maka bisa dianggap harga saham tersebut masih murah.

Mudah bukan menggunakan rasio ini untuk menentukan nilai wajar dari suatu saham. Walau kelihatannya sangat simpel, namun menentukan nilai atau value dari suatu saham merupakan hal yang sangat krusial bagi anda yang ingin berinvestasi.

Bila suatu saham memiliki rasio PBV dibawah 1, maka kemungkinan besar pada suatu hari saham tersebut akan mencapai nilai wajarnya, yaitu dimana saat rasio PBV nya sudah mencapai angka 1.

Kesalahan Investor Saham Pemula :

1. Menjadikan Harga Saham Sebagai Patokan

Banyak investor, terutama yang baru mulai masuk ke pasar modal takut untuk merasakan kerugian yang besar. Sehingga mereka cenderung untuk berinvestasi pada saham-saham yang . . .  Read More