Prinsip Investasi Saham Ala Warren Buffett

7 Prinsip Investasi Saham Ala Warren Buffett

Bila kita berbicara terkait dengan investor saham tersukses dan paling populer pada masa kini pasti jawabannya adalah Warren Buffett. Semua langkah yang diambil oleh beliau menjadi panutan bagi banyak investor saham di seluruh dunia. Prinsip investasi saham ala Warren Buffett juga merupakan prinsip yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh investor saham.

Oleh karena itu, ada baiknya kita mengenal lebih dalam apa saja prinsip investasi saham ala Warren Buffett.

Namun sebelum itu mari kita mengenal siapa itu Warren Buffett.

Kalian pasti sudah tahu siapa itu Warren Buffett, tapi sudahkah kalian mengenal beliau lebih dalam ?

Bila belum, kalian berada di lokasi yang tepat untuk mengetahui dan mengenal siapa itu Warren Buffett.

Pendahuluan :

Warren Edward Buffett atau yang lebih kita kenal dengan nama Warren Buffett merupakan seorang investor ternama di Amerika Serikat. Beliau lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat pada tanggal 30 Agustus 1930.

Beliau merupakan orang terkaya ketiga menurut majalan Forbes pada tahun 2015. Jadi rumor saham bisa membuat anda menjadi sukses dan banyak uang bukan hanyalah sekedar mitos belaka bukan ?

Beliau bisa mendapatkan kesuksesan dari investasi saham bukan karena keberuntungan belaka, namun juga terkait dengan integritasnya dalam berinvestasi saham.

Selain itu juga beliau sangat sabar dalam berinvestasi, bayangkan saya, Warren Buffett membeli saham pertamanya saat ia berumur 11 tahun, sangat muda bukan ? Namun disinilah kita dapat melihat bakat investasi dari Warren Buffett kecil.

Awal Kehidupannya :

Dari kecil Warren Buffett telah berpikiran maju, bagaimana tidak, ia sudah berusaha untuk mendapatkan uang sejak ia masih kecil.

Caranya adalah dengan berjualan permen karet, menjual koran dan menjaga toko milik kakeknya. Pemikirannya yang sudah maju dibandingkan anak seumurannya ternyata membawanya lebih jauh lagi, yaitu ke dunia investasi saham.

Ketertarikan Warren kecil terhadap saham dimulai saat ia berumur 10 tahun, ia mengunjungi Bursa Saham New York. Dan pada umur 11 tahun ia membeli 3 lembar saham perusahaan CIties Service.

Dengan membeli saham tersebut, dimulailah perjalanan karirnya di pasar saham.

Kesuksesan Buffett :

Kesuksesan dari Warren Buffett yang paling terkenal sekarang ini adalah kepemilikan saham dari Bershire Hathaway. 

Bershire Hathaway adalah sebuah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, namun inti dari perusahaannya adalah bisnis asuransi, termasuk bisnis properti dan asuransi jiwa.

Perusahaan ini sangat sukses di bidangnya dan menghasilkan laba yang sangat besar.

Sudahkan kalian mengetahui harga per lembar saham dari perusahaan yang dimilik oleh Buffett ini ?

$ 285.280 adalah harga per lembar saham dari perusahaan ini

Bila di konversi ke dalam rupiah makan nilainya akan mendekati harga 4 miliar, fantastis bukan ? Inilah yang menyebabkan Warren Buffet bisa menjadi investor yang sangat sukses.

Mari kita tinggalkan sejarah hidup Warren Buffett, dan mulai mengenal “7 Prinsip Dasar Investasi Ala Warren Buffet”. 

7 Prinsip Investasi Saham Ala Warren Buffett :

1. “Invest, don’t Speculate”

Ini artinya dalam berinvestasi kalian harus benar-benar memahami saham yang kalian beli, dan bukanlah berspekulasi atau membeli saham tanpa dasar yang jelas. Inilah yang membedakan antara investasi saham dan arena perjudian yang sering disangkutpautkan dengan investasi saham.

Dengan mengenal bisnis dari perusahaan yang kalian beli sahamnya, akan membuat kalian merasa lebih tenang dikala krisis menghadang, dan kalian tidak akan melakukan Panic Selling, karena kalian percaya terhadap perusahaan tersebut.

Contoh yang sering terjadi adalah bila anda melihat suatu saham harganya turun secara tidak masuk akal, dan anda melihat banyak orang berbondong-bondong membeli saham itu selagi harganya turun, janganlah anda mengikuti arus tersebut dan langsung membeli saham itu, tapi lakukanlah riset terlebih dahulu.

Pastikan kenapa harganya bisa turun dan apa yang menjadi dasar anda untuk membelinya, jangan hanyaberspekulasi bahwa saham tersebut keesokan harinya akan melambung tinggi, karena suatu keputusan yang tidak didasari oleh riset biasanya akan menjerumuskan anda ke jurang kerugian.

Istilahnya ” Jangan membeli kucing dalam karung”

Hal inilah yang membawa Buffett hingga saat ini masih bisa merasakan kesuksesan, walau krisis menghadang.

Jadi masih mau berspekulasi lagi di bursa ? Mulailah belajar berinvestasi dan tinggalkan kebiasaan berspekulasi bila kalian ingin sukses seperti Warren Buffett.

 . . .  Read More

Aplikasi Wajib Investor Saham

5 Aplikasi Android Wajib Investor Saham

Pasti setiap dari anda sekarang sudah memiliki gadget di tangan anda masing-masing, atau bahkan sekarang anda sedang membaca artikel ini melalui gadget anda ? Melalui artikel ini saya akan menjelaskan 5 aplikasi wajib investor saham.

 

Memang benar zaman sekarang kehidupan kita tidak dapat terpisahkan dari teknologi terutama gadget kita masing-masing, namun sebagai investor sudahkah anda mengetahui “5 Aplikasi Android Wajib Investor Saham” yang dapat membantu anda dalam mengawasi investasi anda.

Mari kita lihat satu per satu apa saja aplikasi yang disarakan oleh Admin InvestaZee untuk investor Saham

1. RTI Bussiness

Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi wajib terpenting yang harus dimiliki oleh semua investor saham, baik pemula maupun yang sudah ahli sekalipun.

Aplikasi ini menyediakan banyak data terkait dengan saham diantaranya :

  • Grafik Real Time IHSG dan Emiten Saham
  • Data-data Fundamental Suatu Emiten
  • Kalender Corporate Action

Aplikasi RTI Bussiness ini menyediakan grafik realtime terkait kondisi market, sehingga anda dapat dengan mudah menentukan apa yang harus anda lakukan pada saat kondisi market tertentu secara realtime.

Melalui aplikasi ini anda juga dapat mengecek data-data fundamental dari suatu perusahaan, seperti contohnya rasio-rasio keungan, kepemilikan emiten, dan grafik keungan suatu emiten secara langsung.

Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah adanya fitur kalender terkait dengan Corporate Action.

Apa sih Corporate Action itu ?
=&0=&

Mengenal Analisis Fundamental

Mengenal Analisis Fundamental

Anda pastinya tidak mau membeli saham tanpa mengetahui kualitas yang saham yang anda beli bukan ?Isitlahnya “Jangan membeli kucing dalam karung”, oleh karena itu marilah mengenal analisis fundamental yang akan sangat berguna bagi anda semua.

Analisis fundamental akan mengajak anda sekalian lebih mengenal perusahaan yang kalian beli beserta dengan potensi bisnisnya.

Analisis Fundamental sesuai namanya akan mengajak anda untuk menganalisis terkait dasar dari suatu perusahaan, yaitu laporan keuangannya.

Anda akan membaca banyak laporan keuangan beserta angka-angka yang cukup banyak, namun jangan lah hal tersebut membuat anda gentar. Sekarang banyak aplikasi yang menyediakan rasio-rasio dari laporan keuangan yang dapat menjadi patokan anda untuk melihat apakah suatu perusahaan tergolong sehat laporan keuangannya atau tidak. Hal ini sangat memudahkan anda sekalian yang baru saja memulai untuk berinvestasi dan ingin melakukan analisis fundamental. Untuk melihat rasio-rasio keuangan suatu saham anda dapat melihatnya di aplikasi RTI Bussiness.

Analisis ini menjadi sangat berkembang di masyarakat, terutama kalangan muda yang perjalanan investasinya masih panjang. Selain itu, analisis ini menjadi sangat populer karena salah satu investor tersukses, yaitu Warren Buffet menggunakan analisis fundamental untuk menentukan saham-saham yang bagus.

Bagi anda yang belum mengenal siapa itu Warren Buffet dapat membaca artikel dibawah :

Fundamental Analysis : Fair Value

Pada dasarnya analisis fundamental adalah analisis yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dari suatu saham.

Apa sih nilai wajar itu ?

Nilai wajar suatu saham adalah nilai dari suatu saham berdasarkan data-data keuangannya tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, jadi murni hanya melihat dari laporan keuangannya saja.

Laporan keuangan yang sering digunakan dalam analisis terkait harga wajar adalah Neraca Keuangan dan Laporan Laba Rugi. Bila anda ingin mudah, anda dapat melihat harga buku per lembar sahamnya atau Book Value Per Share, harga wajar tidak akan berbeda jauh dengan nilai tersebut.

Dengan mengetahui harga wajar dari suatu saham anda akan lebih tenang bila mendadak harga saham tersebut anjlok, karena anda mengetahui saham yang anda beli merupakan perusahaan yang sehat secara keuangan dan pasti akan kembali ke harga wajarnya setelah market normal kembali.

Melalui analisis fundamental anda dapat menentukan apakah suatu saham harganya sudah terlalu mahal atau masih bisa disebut murah ( under value ). Jadi belum tentu saham yang harganya tinggi memiliki harga wajar yang tinggi juga, bisa saja dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang hanya bersifat sementara.

Apa saja sih yang dibutuhkan untuk melakukan analisis fundamental ?

Yang paling dibutuhkan untuk melakukan analisis fundamental adalah laporan keuangan.

Laporan keuangan suatu perusahaan dapat anda lihat pada website resmi PT Bursa Efek Indonesia.

Selain itu berita-berita terkait dengan suatu perusahaan juga menjadi hal yang dibutuhkan dalam melakukan analisis fundamental. Berita-berita tersebut dapat dengan mudah anda dapatkan melalui berbagai portal berita seperti Kontan.co.id

Kalau anda tidak ingin repot-repot mendownload dan menganalisa laporan keuangan, anda dapat melihat hasil jadinya melalui aplikasi online dari sekuritas tempat anda membuka rekening saham.

Biasanya setiap sekuritas sudah menyiapkan data-data yang sudah diolah beserta rasio-rasio yang dapat membantu anda menilai kualitas suatu perusahaan tanpa harus repot-repot membaca laporan keuangan

Dibawah ini merupakan gambar contoh data fundamental dari suatu perusahaan yang sudah disiapkan oleh sekuritas..

Ada 5 Rasio yang biasanya digunakan dalam analisis Fundamental, diantaranya :

  1. EPS ( Earn Per Share )
  2. PER ( Price to Earning Ratio )
  3. PBV ( Price to Book Value )
  4. ROE ( Return to Equity )
  5. DER ( Debt to Equity Ratio )

Untuk lebih lengkap terkait ke-5 rasio tersebut anda dapat membacanya di artikel :

Lalu bagaimana menganalisis laporan keuangan atau data keuangan yang sudah didapatkan ?

  1. Bandingkan laporan keuangan suatu perusahaan dengan kinerja perusahaan tersebut pada masa lampau, perusahaan yang baik laba bersih perusahaannya akan meningkat terus.
  2. Bandingkan kinerja suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang bergerak pada sektor yang sama, sehingga anda dapat melihat mana perusahaan yang memimpin pada sektor tersebut.
  3. Pilihlah saham yang memiliki kinerja yang baik, tercermin dari peningkatan laba bersih yang konstan dan tidak memiliki utang yang berlebihan.

Setiap analisa . . .  Read More

6 hal penting saat memilih sekuritas

6 Hal Penting Saat Memilih Sekuritas

Selamat datang kembali di artikel yang berjudul “6 Hal Penting Saat Memilih Sekuritas”. Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih broker atau perusahaan sekuritas untuk investasi atau trading saham. Sehingga anda dapat memilih sekuritas yang tepat untuk anda.

6 Hal Penting Saat Memilih Sekuritas :

1. Legalitas Sekuritas

Hal ini menjadi hal yang paling penting dalam menentukan sekuritas, anda pasti tidak mau kan menginvestasikan uang anda melalui broker saham yang ilegal ?

Suatu sekuritas bisa disebut legal bila terdaftar resmi di website BEI dan semua aktivitas keuangannya diawasi oleh OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ). Selain itu sekuritas juga harus memiliki Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB)

Dengan memilih perusahaan sekuritas yang terdaftar resmi di IDX dan diawasi oleh lembaga-lembaga resmi maka anda akan bisa melaporkan masalah yang ada ke BEI (Bursa Efek Indonesia) ataupun ke Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan), sehingga anda dapat merasa tenang dan tidak takut terhadap kemungkinan penyalahgunaan terhadap uang anda.

Untuk Melihat daftar-daftar sekuritas yang resmi, anda dapat melihatnya di website resmi IDX dengan mengkliknya DISINI.

Memilih sekuritas yang legal menjadi sangat penting di tengah kondisi maraknya penipuan yang terjadi di masyarakat kita.

Jadilah masyarakat yang cerdas, sehingga tidak mudah diiming-imingi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Cek Biaya Transaksi

Semua orang pasti menyukai semua hal yang gratis. Namun seperti yang anda ketahui bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis, sama halnya dalam berinvestasi saham. Ada biaya yang dibebankan kepada anda dala setiap transaksi yang anda lakukan.

Setiap kali anda melakukan transaksi jual-beli saham perusahaan sekuritas akan menerapkan biaya terhadap jumlah transaksi anda. Jumlahnya memang tidak besar, dan diberlakukan dalam bentuk persentase. Fee dari transaksi jual beli saham sudah ada aturannya, aturannya adalah

Fee Beli :  < 0,20%

Fee Jual :  <0,30%

Anda dapat memilih broker dengan biaya transaksi yang tidak terlalu mahal agar anda dapat memaksimalkan keuntunan dari setiap penjualan atau pembelian saham anda. Anda dapat melakukan perbandingan antara masing-masing broker saham dalam hal biaya transaksi dan menentukan yang termurah, namun fee yang murah belum tentu menjamin kualitas dari pelayanan sekuritas tersebut.

Jadi jangan menjadikan fee jual/beli sebagai satu-satunya patokan dalam menentukan sekuritas yang baik. Anda juga harus memperhatikan pelayanan yang diberikan oleh sekuritas tersebut sehingga anda mendapatkan value yang lebih dari apa yang ada bayarkan.

3. Jumlah Setoran Awal

Banyak sekuritas yang masih menentukan jumlah minimum bagia anda untuk melakukan setoran awal misalkan Rp 5.000.000-Rp 10.000.000. Mahal sekali bukan ?

Namun anda tidak perlu khawatir, sekarang ini makin banyak perusahaan sekuritas yang memberlakukan setoran awal yang tidak membebani anda sekalian. Cukup dengan Rp. 100.000 ( Seratus Ribu Rupiah ).

Ya benar, dengan seratus ribu rupiah anda sudah dapat membuka rekening saham, murah bukan ?

Sekarang sudah bukan jamannya lagi untuk takut berinvestasi karena tidak memiliki modal yang besar. Terlebih pemerintah sedang menggalang kampanye “YUK NABUNG SAHAM” yang mempermudah seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal.

Jadi saran saya bagi anda yang baru memulai untuk berinvestasi saham, pilihlah broker yang memberikan kemudahan dalam melakukan setoran awal, karena belajar berinvestasi saham tidak harus dilakukan dengan nominal yang besar.

4. Memiliki Aplikasi Online yang Berkualitas

Pada era modern ini semua aktivitas sudah bisa dilakukan secara online, begitu juga dengan transaksi saham. Sekarang perusahaan-perusahaan sekuritas sudah banyak yang merilis aplikasi online untuk memudahkan nasabahnya dalam melakukan jual-beli saham.

Sekuritas yang sudah memiliki aplikasi online pasti akan memudahkan anda untuk bertransaksi. Namun kualitas dari masing-masing aplikasi online yang disediakan oleh setiap sekuritas berbeda-beda.

Ada yang memiliki tampilan yang user-friendly namun ada yang memiliki tampilan yang cukup kompleks terutama bagi anda yang masih baru belajar akan sangat merepotkan bukan ?

Jadi sebelum menentukan broker yang cocok, anda perlu melihat bagaimana kualitas dari aplikasi online yang mereka sediakan. Apakah cocok dengan anda ?

Berikut merupakan contoh dari aplikasi online trading dari beberapa sekuritas yang berbeda :

5. Menyediakan Program Edukasi

Hal ini yang sangat penting untuk anda yang baru memasuki dunia investasi saham. Banyak broker yang sudah menyediakan program edukasi untuk membimbing para nasabahnya untuk makin mengerti seluk beluk dunia investasi saham.

Jangan memilih sekuritas yang jarang menyediakan kelas edukasi bahkan tidak menyediakannya sama sekali.

Karena selain anda tidak bisa belajar lebih dalam terkait dengan dunia saham, hal ini juga menunjukan bahwa sekuritas tersebut tidak memiliki integritas dalam menjalankan bisnisnya.

Program edukasi yang biasanya disediakan dapat berupa :

  1. Webinar ( Seminar Online )
  2. Kelas Pembelajaran
  3. Melalui Forum Edukasi

Dalam memilih broker yang cocok anda perlu memperhatikan hal ini, karena broker yang baik tidak hanya akan mengambil untung dari para nasabahnya, namun juga akan mengedukasi dan membimbing nasabahnya untuk lebih mengenal saham.

6.

 . . .  Read More

Cara mulai investasi saham

4 Langkah Memulai Investasi Saham

Terkadang saat memulai hal baru pasti anda merasa bingung. Sama hal nya saat memulai berinvestasi saham. Sebenarnya banyak masyarakat modern yang ingin berinvestasi saham namun masih bingung cara untuk memulainya. Oleh karena itu saya akan menjelaskan cara memulai investasi saham dengan bahasa yang mudah anda mengerti.

Untuk gambaran besarnya, anda dapat menonton video singkat nya :

Video Singkat Cara Memulai Investasi Saham”

Cara untuk memulai berinvestasi saham  tidak sulit dan saya percaya anda pasti bisa melakukannya dengan mudah. Cukup ikuti langkah-langkah yang akan saya berikan agar anda dapat memulai bertransaksi di pasar modal.

Cara Memulai Investasi Saham

1. Tentukan Perusahaan Sekuritas ( Broker Saham )

Sebelum anda bisa membeli saham, yang anda perlukan adalah broker, apa itu broker ?

Broker saham atau yang sering disebut dengan perusahaan sekuritas adalah sebuah lembaga keuangan yang akan menghubungkan investor individu dengan Bursa Efek Indonesia. Sehingga anda akan bisa membeli saham yang ada di bursa.

Ada cukup banyak perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui lebih detil hal yang perlu anda perhatikan dalam menentukan Sekuritas yang baik, anda dapat membacanya disini :

2. Buat Rekening

 . . .  Read More

4 Jenis Reksadana

4 Jenis ReksaDana yang Perlu Anda Ketahui

Sekarang kita akan membahas mengenai jenis reksadana yang perlu anda ketahui dan pastinya akan sering anda jumpai saat sudah mulai berinvestasi.

Pasti dari kalian banyak yang bertanya-tanya

“Kenapa perlu ada jenis-jenisnya ?”

“Kenapa gak satu saja, cukup reksadana saja ?”

Sebenarnya pembagian jenis reksadana ini sangat bermanfaat bagi investor sendiri, mengapa ?

Pembagian jenis pada reksadana akan meningkatkan fleksibilitas reksadana, sehingga bisa menyesuaikan dengan tujuan investasi yang diharapkan oleh investor.

Secara umum reksadana dibagi menjadi 4 Jenis yang populer, yaitu :

  1. Reksadana Pasar Uang
  2. Reksadana Pendapatan Tetap
  3. Reksadana Campuran
  4. Reksadana Saham

Keempat jenis reksadana ini digolongkan berdasarkan profil resikonya masing- masing, mulai dari yang kecil hingga  yang beresiko tinggi.

Mari kita bahas satu persatu, sehingga anda dapat lebih mengerti mengenai jenis-jenis reksadana

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana jenis ini cocok bagi anda yang baru mulai mencoba investasi reksadana, karena reksadana jenis ini merupakan jenis yang paling konservatif dan memiliki resiko yang paling minim diantara keempat reksadana yang ada.

Reksadana ini cocok bagi anda yang hanya ingin berinvestasi dibawah 1 tahun, walau ini bukan merupakan aturan yang mengikat, namun hal tersebut terbukti ampuh selama ini.

RDPU cocok untuk investasi jangka pendek karena fluktuasi harganya yang tidak terlalu berlebihan dan cenderung stabil. Tidak percaya ? Akan saya beri contoh dari grafik salah satu RDPU yang cukup ternama…

Dengan berinvestasi di Reksadana Pasar Uang, dana yang anda investasikan akan diinvestasikan kembali oleh Manager Investasi di instrumen pasar uang, contohnya adalah :

  • Sertifikat

 . . .  Read More

4 Langkah Invest Reksadana

4 Langkah Mudah Investasi Reksadana

Setelah mengenal apa itu reksadana, mungkin anda bertanya-tanya

“Bagaimana caranya saya investasi reksadana ?”

Oleh karena itu saya akan menjelaskan secara lengkap 4 Langkah Mudah Investasi Reksadana

Mari kita lihat gambaran besar dari langkah mudah investasi reksadana :

Sekarang mari kita lihat penjelasan lebih lengkapnya…

4 Langkah Mudah Investasi Reksadana

1. Tentukan Tujuan

Sebelum memulai sesuatu pasti anda harus menentukan tujuan bukan ?

Penentuan tujuan sebelum berinvestasi reksadana memungkinkan anda memilih reksadana yang tepat untuk anda, karena setiap jenis reksadana memiliki resiko yang berbeda-beda sesuai dengan jangka waktu investasinya.

Bila anda hanya ingin berinvestasi selama 1 tahun maka yang cocok adalah REKSADANA PASAR UANG, namun berbeda jika anda ingin berinvestasi lebih lama, misalkan 10 tahun, makan REKSADANA SAHAM lah yang cocok untuk anda. Selain kedua reksadana diatas masih ada dua lainnya, anda dapat melihatnya di :

Disini lah mengapa menentukan tujuan sangat penting sebelum membeli reksadana, karena semakin anda mengenal jenis-jenis reksadana dan tujuan investasi anda, maka anda dapat memaksimalkan hasil investasi anda dan mengurangi resiko berkurangnya uang anda.

2. Daftar

Setelah menentukan tujuan dari investasi reksadana anda, mari kita mulai untuk membeli reksadana

DImana sih daftarnya ?

Sekarang sudah banyak lembaga-lembaga keuangan yang menyediakan platform untuk membeli reksadana secara online, tidak seperti dulu yang harus repot-repot pergi ke bank, sekarang anda dapat membeli reksadana di gadget anda masing-masing, mudah bukan ?

Ada dua supermarket reksadana yang populer di Indonesia yaitu :

  • IpotFund
  • Bareksa

Mungkin bagi anda yang baru terjun ke dunia investasi kedua nama tersebut tidaklah familiar di telinga anda, namun bagi anda yang sudah terlebih dahulu masuk ke dunia saham pasti sudah sering mendengar nama diatas.

Sebenarnya bukan hanya dua nama yang saya sebutkan diatas yang menyediakan reksadana secara online, namun kedua platform diatas memang sangat populer dan banyak sekali penggunanya di Indonesia.

Untuk melihat perbandingannya anda dapat membacanya di :

  • IpotFund Vs Bareksa

Kedua platform penjualan reksadana online diatas menyediakan kemudahan bagi anda yang ingin mendaftar, bagaimana tidak, anda dapat mendaftar ke keduanya tanpa harus pergi ke kantor mereka, cukup daftar online dan mengirimkan berkas yang diperlukan melalui pos.

Anda dapat mendaftar ke :

IpotFund  ⇒ www.indopremier.com/ipotfund/

Bareksa    ⇒ www.bareksa.com/id/member/signup

Mudah bukan cara untuk mendaftarnya, cukup ikuti panduan yang disediakan di situsnya masing-masing dan  proses verifikasi data anda juga tidak memerlukan waktu yang lama, sehingga anda bisa dengan segera membeli reksa dana yang anda sesuai dengan tujuan investasi anda.

Selain mudah dalam hal pendaftaran, anda juga hanya perlu uang sebesar Rp 100.000 rupiah untuk membeli reksadana. Sangat terjangkau bukan ? Inilah mengapa reksadana sekarang mulai digemari oleh banyak orang terutama generasi milenial yang sudah cukup melek investasi.

3. Analisis

Sekarang anda sudah memiliki akun untuk berbelanja reksadana, tapi jangan tergesa-gesa untuk membeli reksadana. Walau reksadana tidak seperti saham yang perlu dianalisis secara mendalam, namun sebelum membeli reksadana anda juga perlu untuk melakukan riset dan analisis tentang reksadana yang baik dan cocok untuk anda.

Darimana menilai suatu reksadana bagus atau tidak ?

  • Cek Data

Ada beberapa data yang perlu anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli suatu reksadana, diantaranya :

  1. Grafik NAV ( Net Asset Value )
  2. Grafik AUM ( Asset Under Management )
  3. Management Fee

Selengkapnya dapa anda cek =&0=&

  • Cek Fund Fact Sheet

Melalui Fund Fact Sheet anda dapat mengetahui portofolio dasar dari suatu reksadana, selain itu anda juga dapat mengetahui resiko dari reksadana tersebut. Cukup banyak hal yang dapat anda dapatkan dari membaca fund fact sheet.

Kenapa saya menyarankan membaca fund fact sheet dibanding dengan prospectus ? Simple, karena bagi yang baru memulai prospektus cukup sukar dimengerti dibanding dengan fund fact sheet, FFS juga menyajikan data dalam format yang menarik, tidak percaya ? Cek dibawah ini…

 

Menarik Bukan ?

4. Sediakan Dana Secara

 . . .  Read More

Price Vs value

Perbedaan Price dan Value Dalam Saham

Pastinya anda sudah sering mendengar 2 kata diatas bukan ? Namun tahukan anda perbedaan diantaranya ? Terutama di dunia saham ? Mari bersama kita lihat perbedaan price dan value di dalam dunia saham.

Quote dari Warren Buffet diatas pasti sudah memberikan anda gambaran singkat tentang perbedaan antara PRICE & VALUE bukan ?

Apa perbedaan antara Price & Value ?

  • Price sendiri berarti harga yang anda harus bayarkan untuk mendapatkan sebuah barang yang anda inginkan
  • Value sendiri berarti nilai yang anda dapatkan dari suatu barang yang anda beli tersebut

Contohnya :

Anda membeli saham Unilever ( UNVR ) pada harga per lembarnya Rp 50.000, sehingga untuk membeli 1 lot saham UNVR anda memerlukan uang Rp 500.000.

  • Price ⇒ Harga yang anda bayar ⇒ Rp 500.000
  • Value ⇒ Apa yang anda dapatkan dari pembelian saham tersebut

Peningkatan harga tidak selalu dibarengi dengan peningkatan dari nilai barang tersebut ( Mutu ), namun seringnya peningkatan value selalu dibarengi dengan kenaikan harga, itulah yang terjadi selama ini di pasar modal.

Namun kadang ada juga beberapa saham yang sebenarnya memiliki value yang bagus namun harganya masih tergolong murah, saham-saham seperti inilah yang harus dicari oleh anda.

Biasanya pada kondisi saham tidak menentuk atau turun merupakan kesempatan yang baik untuk mencari saham-saham yang valuenya bagus namun dengan harga yang juga cenderung murah.

Jadi mulailah mengubah mindset anda dalam melihat trend bearish, lihatlah kesempatan tersebut untuk menjadi peluang dalam meraup saham-saham berkualitas dengan harga diskon.

Mengapa bisa mutu suatu barang dalam hal ini saham tidak meningkat namun harganya melambung drastis ?

Hal ini banyak terjadi di pasar modal, dimana saham-saham dengan fundamental yang buruk namun dalam 1 hari harganya bisa meningkat hingga puluhan persen. Hal ini dapat terjadi karena ada bandar yang memainkan saham tersebut atau dikenal dengan nama menggoreng saham.

Selain karena bandar, peningkatan harga juga dipengaruhi oleh trend sesaat, seperti contoh yang baru-baru ini dimana saham TAXI meningkat secara drastis karena ada isu bahwa Go-Jek akan melakukan Backdoor Listing melalui saham ini, padahal belum ada keterangan resmi apapun.

Jadi dapat kita lihat bahwa harga suatu saham dapat meningkat ataupun menurun tanpa suatu hal yang pasti dan dalam  waktu yang cukup singkat

Namun hal ini berbeda dengan Value…

Value dari suatu saham sangat jarang naik turun secara drastis seperti harga saham. Value dari saham sangat berbeda dengan harga saham.

Value suatu saham ditentukan oleh banyak faktor, namun yang paling menentukan adalah integritas managemen dari perusahaan tersebut. Managemen yang baik pastinya akan memberikan timbal hasil yang baik juga dan pada akhirnya akan menghasilkan laporan keuangan yang memberikan senyum lebar bagi para investornya.

Walaupun value dari suatu saham sulit ditentukan dan masih banyak masyarakat investor yang belum bisa menentukannya, namun ada suatu rasio yang bisa digunakan untuk menentukan value dari suatu saham.

Rasio yang bisa anda gunakan untuk menjadi patokan value suatu saham adalah PBV ( Price to Book Value )

Price to Book Value (PBV) =  Stock Price per Share / Book Vale Per Share

Walau banyak pendapat dalam cara menentukan harga wajar, tapi menurut saya menggunakan rasio PBV ini merupakan car yang paling mudah, sehingga cocok untuk ada yang baru memulai untuk berinvestasi saham.

Teknik menggunakan PBV cukup mudah, hanya cukup lihat keterangan dibawah ini :

PBV yang berada pada angka 1 menunjukan sudah berada di nilai wajarnya.

Bila PBV > 1 maka bisa dianggap harga suatu saham tersebut sudah terlalu mahal

Bila PBV < 1, maka bisa dianggap harga saham tersebut masih murah.

Mudah bukan menggunakan rasio ini untuk menentukan nilai wajar dari suatu saham. Walau kelihatannya sangat simpel, namun menentukan nilai atau value dari suatu saham merupakan hal yang sangat krusial bagi anda yang ingin berinvestasi.

Bila suatu saham memiliki rasio PBV dibawah 1, maka kemungkinan besar pada suatu hari saham tersebut akan mencapai nilai wajarnya, yaitu dimana saat rasio PBV nya sudah mencapai angka 1.

Kesalahan Investor Saham Pemula :

1. Menjadikan Harga Saham Sebagai Patokan

Banyak investor, terutama yang baru mulai masuk ke pasar modal takut untuk merasakan kerugian yang besar. Sehingga mereka cenderung untuk berinvestasi pada saham-saham yang . . .  Read More

Apa sih analisis saham itu

Apa Itu Analisis Saham ?

Pasti dari kalian masih banyak yang belum mengetahui apa itu analisis saham, kenapa perlu dianalisis dll. Namun salah satu ilmu yang tidak akan pernah ada habisnya adalah ilmu untuk menganalisis saham itu sendiri, ilmu ini selalu akan berkembang dan berubah secara dinamis mengikuti perkembangan dunia ekonomi. Cukup sulit pastinya bagi saya bila saya harus menjelaskan dasar analisis saham ini secara mendetil, karena topik pembahasannya akan menjadi sangat luas, namun bagi anda yang baru memulai, ada beberapa cara mudah dalam menganalisis saham yang tidak perlu ribet.

Pada dasarnya, analisis saham dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Analisis Fundamental
  2. Analisis Teknikal

Tidak banyak bukan ? Namun segera anda akan mengetahui betapa banyak dan bervariasinya teknik dalam menganalisis saham, namun tenang saja, saya tidak akan menjelaskan terlalu dalam sehingga membuat anda bingung, cukup memahami konsep dasarnya saja sudah cukup bagi yang baru belajar investasi saham. Karena seiring berjalannya waktu, anda akan semakin banyak tahu, belajarlah secara berkala dan pasti anda akan lebih mengerti, dan yang terpenting, jangan lupa untuk mempraktekannya ya di pasar modal.

Untuk mudahnya ilmu untuk menganalisis saham diciptakan untuk membantu para investor dan traders saham untuk mencapai tujuannya masing-masing. Investor memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang dengan memilih saham-saham berfundamental baik yang belum terlalu mahal.

Sedangkan para trader saham memiliki pandangan untuk mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan volatilitas harga saham (membeli di harga murah dan menjual di harga tinggi). Walaupun sama-sama mengejar keuntungan maksimal namun cara yang ditempuh bermacam-macam.

Oleh karena itu ada dua analisis saham yang utama yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental demi menyediakan sarana analisis yang tepat.

Untuk hal yang lebih mendetil terkait dengan analisis saham bisa klik tulisan analisis fundamental dan teknikal diatas.

Belajar mengenai analisis saham tidak bisa dilakukan secara cepat dan sehari mengerti. Namun harus dipelajari melalui praktek langsung dan literasi yang cukup banyak, waktu yang diperlukan juga tidaklah sedikit.

Belajar analisis saham memerlukan dedikasi yang tinggi. Oleh karena itu anda perlu berjuang. Sekian penjelasan dari saya.

Terimakasih