Mengenal Stock Split Secara Mendalam

(Last Updated On: 15 Juni 2018)

Dalam gerakan #MengenalIstilahSaham kali saya akan mengajak anda untuk mengenal stock split. Banyak orang belum mengenal stock split secara mendalam. Oleh karena itu mari kita bahas apa itu Stock Split secara keseluruhan.

Definisi

Stock split adalah salah satu contoh dari corporate action yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang sudah go public) untuk mengubah harga sahamnya dengan memecah nominal saham menjadi lebih kecil secara proporsional.

Mengenal Stock SplitPemecahan nominal saham tersebut dipecah berdasarkan rasio tertentu (misalkan 1:2 atau 1:10) sehingga kepemilikan modal anda tidak akan berubah.

Stock Split mengakibatkan bertambahnya jumlah saham beredar karena adanya penurunan nominal suatu saham.

Agar lebih mengerti, stock split dapat dianalogikan sebagai seloyang kue. Pada awalnya kue masih utuh, lalu ketika di split/ di pecah makan akan terdapat beberapa bagian kecil sehingga dapat dibagikan kepada lebih banyak orang.

Contoh nyatanya adalah bila suatu emiten yang memiliki harga saham Rp. 1000 dan melakukan stock split dengan rasio 1 : 10 maka sekarang harga saham yang beredar di bursa akan menjadi Rp. 100 per lembarnya.

Jika anda memiliki 1 lot saham tersebut di harga Rp.1000 setelah stock split anda akan memiliki 10 lot saham dengan harga Rp.100. Jadi modal yang anda miliki sama sekali tidak berubah…

Sudah ada bayangan terkait stock split ?

Latar Belakang

Mengapa Stock Split harus dilakukan ?

Sebenarnya ada 2 hal yang melatar belakangi suatu emiten untuk melakukan stock split, diantaranya :

  1. Nilai Nominal Saham yang sudah terlalu tinggi
  2. Adanya warning dari BEI (Bursa Efek Indonesia)

Namun kebanyakan emiten memutuskan untuk melakukan stock split dikarenakan harga sahamnya sudah terlalu tinggi dan sulit dijangkau oleh kebanyakan investor.

Tujuan

Semua keputusan yang diambil oleh suatu perusahaan pasti memiliki tujuan tersendiri dan dalam mengenal stock split anda harus mengerti apa tujuan dari dilakukannya stock split itu sendiri.

Ada 3 tujuan utama yang ingin dicapai dengan dilakukannya stock split oleh suatu emiten, antara lain :

1. Menurunkan Harga Saham

Mengenal Stock SplitMenurunkan harga saham menjadi concern tersendiri bagi suatu emiten walau sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan kinerja suatu perusahaan.

Dengan memecah nominal suatu saham maka otomatis investor kecil pun dapat membeli saham dari perusahaan tersebut. Sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan investor, baik itu investor kecil maupun investor besar.

Hal itu juga akan meningkatkan jumlah investor pada perusahaan tersebut sehingga perusahaan tersebut akan terlihat lebih baik di mata publik.

Sehingga saat suatu hari nanti ingin mendapatkan pendanaan dari publik dengan melakukan right issues maka akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari publik dan lebih mudah menarik investor untuk dalam pendanaan perusahaannya.

2. Meningkatkan Likuiditas Saham

Mengenal Stock SplitIstilah likuid dalam saham memiliki arti aktif diperdagangkan di bursa. Saham yang baik memiliki tingkat likuiditas yang tinggi sehingga investor dapat dengan mudah membeli dan menjual sahamnya. Saham yang tidak likuid biasanya dihindari oleh para investor karena sulit untuk diperdagangkan.

Likuid atau tidaknya suatu saham tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, lalu kenapa perusahaan peduli dengan likuiditas sahamnya ?

Hal ini sebenarnya adalah usaha dari perusahaan tersebut untuk memberikan nilai lebih kepada investor yang telah mempercayakan dananya kepada perusahaan tersebut. Tidak ada paksaan bagi perusahaan untuk melakukan stock split namun lebih berupa niatan baik dari perusahaan untuk investornya.

Jadi kalau harga sahamnya sudah terlalu tinggi ya ada baiknya bagi suatu perusahaan untuk melakukan stock split.

3. Mematuhi Warning dari BEI (Bursa Efek Indonesia)

Mengenal stock splitTerkadang ada perusahaan yang tidak ingin melakukan stock split walau sebenarnya harga sahamnya sudah terlampau tinggi. Oleh karena itu BEI sebagai lembaga pengawas wajib melakukan tugasnya denga cara memberikan warning terhadap suatu perusahaan yang tidak kunjung melakukan stock split walau harga sahamnya sudah terlalu mahal.

Biasanya saham yang memiliki harga terlampau mahal dan tidak likuid akan mendapatkan teguran dari BEI. Teguran ini bertujuan untuk menjaga lingkungan investasi yang baik di pasar bursa dan pastinya dapat membuat investor menjadi nyaman berinvestasi.

Contoh ekstrim yang dapat saya berikan adalah saham dari PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk adalah perusahaan yang memproduksi minuman ringan dan bir, contohnya seperti :

  • Heineken
  • Bintang
  • Green Sands
Mengenal Stock Split
Sumber : http://multibintang.co.id/

Ketiga merk diatas sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Hal ini mencerminkan perusahaan ini sudah sangat maju di bidangnya.

Tapi tahukah anda pada tahun 2013 harga saham dari perusahaan ini sempat menyentuh angka Rp.1.500.000, ya benar satu juta lima ratus ribu rupiah per lembarnya.

Fantastis bukan ?

Bisa disebut perusaaan yang memiliki harga saham termahal di Indonesia. Oleh karena itu BEI sebagai lembaga pengawas tidak tinggal diam dan memberikan beberapa warning kepada perusahaan ini untuk segera melakukan stock split karena harga sahamnya sudah melambung sangat tinggi.

Lantas pada bulan November 2014 perusahaan ini melakukan stock split dengan rasio 1:100 yang menyebabkan harga sahamnya turun ke harga 11.800 per lembarnya. Harga sahamnya pun kembali ke harga normal dan likuiditas saham tersebut kembali meningkat.

Dapat dilihat grafik harga dari emiten berkode “MLBI” setelah melakukan stock split :

Mengenal Stock Split

Dapat terlihat adanya penurunan harga yang cukup drastis setelah perusahaan tersebut melakukan stock split. Ini lah yang terjadi setelah perusahaan melakukan stock split, yaitu penurunan harga saham.

Namun dapat anda perhatikan bahwa terdapat peningkatan volume yang cukup signifikan setelah dilakukannya stock split. Hal ini menunjukan likuiditas suatu perusahaan meningkat setelah dilakukannya stock split.

Volume transaksi dari suatu saham meningkat dikarenakan harga saham yang sebelumnya mahal sekarang kembali ke harga normalnya dan bisa dijangkau oleh semua lapisan investor.

Namun untuk meminta perusahaan ini untuk melakukan stock split bukanlah hal yang mudah, bahkan BEI sampai pernah mengeluarkan pendapat bahwa perusahaan yang tidak mau melakukan stock split lebih baik keluar dari bursa (delisting). Namun pada akhirnya BEI mampu melakukan tugasnya dengan baik sebagai lembaga pengawas.

Untuk makin membuat anda mengenal stock split mari kita tinjau keuntungan dan kerugian dari dilakukannya stock split.

Keuntungan :

  1. Likuiditas meningkat
  2. Semua kalangan investor dapat menjangkau saham tersebut

Kerugian :

  1. Ada kemungkinan harga saham jatuh lebih dalam daripada tidak melakukan stock split jika kinerja perusahaan tidak sesuai ekspektasi.

Kesimpulan :

Stock split adalah aksi korporasi yang bertujuan membuat harga dari suatu saham dapat terjangkau oleh semua kalangan investor dan secara tidak langsung meningkatkan likuiditas saham tersebut.

Semoga dengan membaca artikel ini anda menjadi semakin mengenal stock split. Bila anda masih bingung dalam mengenal stock split, anda dapat langsung bertanya di kolom komentar atau melalui laman Contact Us.

 

 

 

Ayo Bagikan Informasi ini :

2 thoughts on “Mengenal Stock Split Secara Mendalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *