Mengenal Value Investing dan Rumus Menghitung Nilai Intrinsik

(Last Updated On: 9 Februari 2019)

Mungkin masih banyak dari kalian yang belum mengenal istilah value investing, terutama bagi teman-teman yang baru terjun ke dunia investasi saham. Value investing memang kurang populer jika dibandingkan dengan teknik analisis teknikal, coba saja masuk ke sebuah grup saham, maka lebih sering kalian akan menemukan pembahasan mengenai grafik dan chart dibanding dengan menentukan nilai intrinsik suatu perusahaan (value)

Walau kurang populer, jangan menganggap bahwa teknik ini tidak efektif. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa teknik ini sangatlah efektif dalam menghasilkan keuntungan, terutama untuk jangka panjang.

Warren Buffett, ia adalah salah satu tokoh besar dalam dunia investasi saham yang menggunakan teknik ini…

Jadi apa sih value investing itu?

Simpelnya value investing adalah konsep dimana seorang investor harus membeli suatu saham ketika harga pasarnya berada dibawah nilai intrinsik dari perusahaan tersebut.

Apakah nilai intrinsik sama dengan Book Value per Share (BVPS)?

Jelas jawabannya sangat berbeda… BVPS hanya memperhatikan ekuitas perusahaan saat ini, sedangkan nilai intrinsik itu memperhatikan pertumbuhan laba dan ekuitas dari perusahaan itu sendiri.

Jadi mudahnya seperti ini…

PBV dari emiten A ada di angka Rp 1000

Sedangkan bila dihitung-hitung, nilai intrinsik suatu perusahan ada di angka Rp 2000

dan harganya di market sekarang adalah Rp 1200

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa harga saham di market dari emiten tersebut belum mencerminkan value dari perusahaan itu, atau dapat disebut bahwa harga emiten tersebut sedang terdiskon.

Lalu bagaimana cara mudah menghitung nilai intrinsik dari perusahaan?

Berikut langkah-langkahnya…

  1. Tentukan BVPS dari suatu saham
  2. Tentukan EPS dari suatu saham
  3. Tentukan proyeksi tingkat pertumbuhan EPS per tahunnya
  4. Akumulasikan EPS tersebut selama 5 tahun tanpa menyertakan EPS awal
  5. Lalu dibagi dengan suku bunga deposito (6,5%) sebanyak 5 kali ( karena 5 tahun)
  6. Ditambah dengan BVPS awal perusahaan
  7. Nilai yang ditemukan itu adalah nilai intrinsik dari suatu perusahaan…

Contoh kasus: TOTL

BVPS 2018 dari TOTL adalah Rp315

EPS 2018 = 75.67

Proyeksi EPS per tahun = 10% ( bila perusahaan anda proyeksikan bisa tumbuh lebih tinggi angka ini bisa diganti)

Tentukan EPS selama 5 tahun

Rumus: EPS * (100+ proyeksi EPS)/100

EPS 2018 = 75,67

EPS 2019= 82,23

EPS 2023= 121,86

Bila dijumlahkan semua ( tanpa mengikut sertakan EPS 2018) maka akan ketemu angka 507,15

Lalu bagi dengan suku bunga deposito (6,5%)

Nilai pada tahun 2023 = 507,15

Nilai pada tahun 2022 = 507,15 * 100 / 106.5 = 476,19

Nilai pada tahun 2021 = 476,19 * 100 / 106.5 = 447,13

….

Nilai pada tahun 2018= 370

Lalu nilai ini ditambahkan dengan BVPS saham tersebut yaitu 315

Hingga dapat ditemukan nilai intrinsiknya adalah 685… Dengan catatan saya menggunakan suku bunga deposito yang cukup besar dan proyeksi pertumbuhan EPS nya di angka yang cukup kecil…

Penentuan proyeksi EPS dan penggunaan suku bunga deposito dapat kalian variasikan.

Selain itu juga perhitungan ini tidak memperhatikan dividen yang diberikan oleh emiten

Bila sekarang harga sahamnya dibawah nilai intrinsiknya maka anda dapat mengatakan saham tersebut masih cukup murah, dan sebaliknya, jika harga di market diatas nilai intrinsiknya maka saham tersebut dikatakan mahal.

Namun satu hal yang penting… Jangan hanya berpatokan pada nilai intrinsik tersebut, namun perhatikan juga nama besar dari suatu perusahaan, anda tidak akan bisa membeli BBRI di bawah nilai intrinsiknya bukan? Jadi cukup beli ketika harganya tidak jauh berbeda dari nilai intrinsiknya.

Rumus nilai intrinsik ini juga hanya sesuai bagi saham-saham yang memiliki kinerja perusahaan yang konstan. Dalam artian laba nya terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Jadi kurang cocok bagi saham-saham yang pendapatannya sulit di prediksi…

Kalau mau langsung berdiskusi bisa langsung Join Line Square Investazee yaaa

Sumber:

https://www.teguhhidayat.com/2013/07/mengenal-margin-of-safety-dan-nilai.html

Ayo Bagikan Informasi ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *