4 Jenis ReksaDana yang Perlu Anda Ketahui

(Last Updated On: 8 Juni 2018)

Sekarang kita akan membahas mengenai jenis reksadana yang perlu anda ketahui dan pastinya akan sering anda jumpai saat sudah mulai berinvestasi.

Pasti dari kalian banyak yang bertanya-tanya

“Kenapa perlu ada jenis-jenisnya ?”

“Kenapa gak satu saja, cukup reksadana saja ?”

Sebenarnya pembagian jenis reksadana ini sangat bermanfaat bagi investor sendiri, mengapa ?

Pembagian jenis pada reksadana akan meningkatkan fleksibilitas reksadana, sehingga bisa menyesuaikan dengan tujuan investasi yang diharapkan oleh investor.

Secara umum reksadana dibagi menjadi 4 Jenis yang populer, yaitu :

  1. Reksadana Pasar Uang
  2. Reksadana Pendapatan Tetap
  3. Reksadana Campuran
  4. Reksadana Saham

Keempat jenis reksadana ini digolongkan berdasarkan profil resikonya masing- masing, mulai dari yang kecil hingga  yang beresiko tinggi.

Mari kita bahas satu persatu, sehingga anda dapat lebih mengerti mengenai jenis-jenis reksadana

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana jenis ini cocok bagi anda yang baru mulai mencoba investasi reksadana, karena reksadana jenis ini merupakan jenis yang paling konservatif dan memiliki resiko yang paling minim diantara keempat reksadana yang ada.

Reksadana ini cocok bagi anda yang hanya ingin berinvestasi dibawah 1 tahun, walau ini bukan merupakan aturan yang mengikat, namun hal tersebut terbukti ampuh selama ini.

RDPU cocok untuk investasi jangka pendek karena fluktuasi harganya yang tidak terlalu berlebihan dan cenderung stabil. Tidak percaya ? Akan saya beri contoh dari grafik salah satu RDPU yang cukup ternama…

Jenis Reksadana yang Perlu Anda Ketahui : Pasar Uang
Sumber : Bareksa.com

Dengan berinvestasi di Reksadana Pasar Uang, dana yang anda investasikan akan diinvestasikan kembali oleh Manager Investasi di instrumen pasar uang, contohnya adalah :

  • Sertifikat Bank Indonesia ( SBI )
  • Surat Berharga Pasar Uang
  • Commercial Paper
  • Sertifikat Deposito

Hal inilah yang menyebabkan mengapa reksadana pasar uang cenderung meningkat harganya walau tidak besar. Lantas apa ada resikonya ?

Tetap ada, semua investasi memiliki resiko, namun terukur. Sama seperti RDPU juga memiliki resiko yang dipengaruhi oleh beberapa, namun yang paling utama adalah suku bunga bank dan resiko gagal bayar dari deposito yang dipegang.

Kelebihan RDPU :

  1. Resiko kecil namun memberikan keuntungan yang lebih besar dibanding deposito
  2. Cocok untuk investasi dibawah 1 tahun
  3. Waktu pencairan yang fleksibel, tidak seperti deposito

Kekurangan RDPU :

  1. Return on Investment yang kecil, hanya di kisaran 5-7% per tahunnya
  2. Ada faktor resiko, walau kecil kemungkinannya

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Setalah anda membaca namanya pasti anda akan membayangkan bahwa reksadana ini akan memberikan anda pendapatan yang tetap setiap bulannya bukan ? Dari awal mula berinvestasi juga saya cukup bingung mengapa disebut dengan RD Pendapatan Tetap padahal bila anda cek di luar negri namanya akan menjadi Bond Fund atau yang berarti Reksadana Obligasi, cukup mengherankan bukan ? Namun tidak perlu bingung dengan namanya.

Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

Dikarenakan dana yang anda invest akan dimasukan ke obligasi, maka sudah pasti timbal baliknya lebih besar daripada deposito dan RDPU. Hal ini karena dengan membeli obligasi maka artinya anda memberikan pinjaman kepada suatu perusahaan, dan untuk timbal baliknya anda akan diberika kupon setiap bulannya, kupon inilah yang akan menentukan NAB dari RDPT tersebut.

Reksadana ini cocok untuk anda yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu 3-5 tahun lamanya. Karena dapat anda lihat sendiri dari grafik NAB dibawah bahwa dalam 1 tahun terdapat fluktuasi harga yang sangat tinggi, jadi lebih baik dalam 3 tahun investasinya agar mendapat keuntungan maksimal.

Dana anda akan diinvestasikan ke :

  • Obligasi Pemerintah RI atau Perusahaan Swasta ( 80-85% )
  • Instrumen Pasar Uang Setara Kas ( 15-20% )

Reksadana ini memberik untung yang lebih tinggi dibanding dengan RDPU namun masih dengan resiko investasi yang tidak terlalu tinggi. Namun RD ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor dan pergerak harganya pun lebih aktif. Ingin melihat salah satu grafik NAB RDPT ? Cek dibawah

Jenis Reksadana yang Perlu Anda Ketahui : Pendapatan Tetap
Sumber : Bareksa.com

Dapat terlihat bukan naik turun harganya ? Berbeda dengan RDPU kan ? Namun bila dilihat kenaikan nominalnya masih lebih tinggi bukan ?

Kelebihan RDPT :

  1. Memberikan keuntungan yang lebih besar dari RDPT namun resiko tidak terlalu besar

Kekurangan RDPT :

  1. NAB RDPT sangat dipengaruhi oleh sentimen-sentimen dari pasar, jadi harganya sedikit fluktuatif
  2. Adanya resiko gagal bayar obligasi yang akan menurunkan NAB RDPT

3. Reksadana Campuran

Dari namanya sudah tercermin bukan apa isi portofolio dari MI yang mengelola reksadana ini ?

Ya campur-campur hehehe

Reksadana ini berusaha untuk meningkatkan keuntungan yang mampu diperoleh namun tetap memperhatikan tingkat resiko yang ada. Jadi MI berusaha untuk menggabungkan berbagai macam instrumen investasi yang ada untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal ?

Dana yang ada investasikan akan dimasukan ke :

  • Saham ( 70-75% )
  • Obligasi ( 20-25% )
  • Instrumen Pasar Uang ( 1-5% )

Hampir semua instrumen investasi ada bukan ?

Reksadana ini cocok untuk anda yang ingin berinvestasi selama kurang lebih 5 tahun. 

Mengapa ?

Karena resiko dari reksadana ini termasuk golongan moderat, yang berarti resikonya termasuk golongan cukup tinggi. Satu-satunya hal yang dapat melawan semua resiko itu adalah Waktu Investasi. 

Semakin lama anda berinvestasi, maka semakin kecil juga resiko yang harus anda tanggung.

Butuh grafik NAB nya juga ? Akan saya berikan 🙂

Jenis Reksadana yang Perlu Anda Ketahui : Campuran
Sumber : Bareksa.com

Dapat terlihat bukan grafiknya bahwa RD Campuran tidak terlalu fluktuatif seperti Reksadana Saham misalnya.

Keuntungan RD Campuran :

  • Keuntungan maksimal dibarengi oleh resiko yang masih tergolong rendah
  • Ada diversifikasi portofolio MI sehingga mengurangi resiko

Kekurangan RD Campuran :

  • Keuntungan yang tidak sebesar RD Saham
  • Terkesan setengah-setengah ( Saat Bursa Naik belum tentu ikut naik, namun saat Obligasi naik belum tentu juga RD Campuran akan naik, tergantung komposisinya )

4. Reksadana Saham

Last but not least, Reksadana Saham…

Reksadana tipe ini merupakan favorit saya secara pribadi. Mengapa ?

Karena RD Saham ini mampu memberikan imbal balik yang paling besar diantara reksadana yang lain bila anda mampu memilih produk reksadana dari MI yang tepat.

“Reksadana Saham kan resikonya paling besar, gak takut rugi ?”

Memang resikonya paling besar, namun seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa lama waktu investasi merupakan kunci ampuh dalam mengurangi resiko investasi apapun terutama reksadana dan saham.

Sesuai dengan namanya, Reksadana Saham menginvestasikan hampir keseluruhan dari portofolionya kedalam instrumen investasi saham. Oleh karena itu pergerakan harga saham di bursa sangat berpengaruh terhadap naik turunnya harga NAB reksadana ini.

Reksadana ini cocok bagi anda yang ingin berinvestasi lama, seperti 10 tahun atau bahkan selamanya.

Hal ini karena sesuai dengan prinsip saham bahwa makin lama anda memiliki sebuah saham, maka harganya pun akan bertambah beserta juga nilainya. Grafik Saham bila dilihat memang sangat menyeramkan fluktuasi harganya, namun coba lihat dalam kurun waktu 10 tahun, grafik akan cenderung naik bukan ? Inilah mengapa saya menyukai RD saham, karena RD ini bisa berkembang dengan cukup baik dalam waktu yang lama.

RD Saham juga cocok bagi anda yang baru memulai berinvestasi Saham dan belum terlalu memiliki banyak pengetahun terkait dengan Saham, anda dapat belajar sembari mendapatkan keuntungan dari reksadana ini.

Penasaran dengan grafik Reksadana Saham ?

Jenis Reksadana yang Perlu Anda Ketahui : Saham
Sumber : Bareksa

Coba anda fokus dengan angka yang ada di sebelah kiri, fantastis bukan kenaikannya ?

Namun bila sedang merugi, kerugiannya juga bisa menjadi sangat besar, jadi bijaklah dalam mengambil keputusan membeli Reksadana Saham

Kelebihan Reksadana Saham :

  1. Return of Investment yang sangat besar
  2. Ada diversifikasi portofolio saham yang sulit dilakukan oleh masing-masing investor

Kekurangan Reksadana Saham :

  1. Memiliki resiko paling tinggi
  2. Fluktuasi harga NAB yang cukup aktif

Sekian penjelasan mengenai jenis-jenis reksadana yang perlu anda ketahui sebelum berinvestasi di reksadana.

Semoga apa yang sudah saya paparkan diatas mampu memberikan informasi yang berguna bagi para pembaca dalam menentukan jenis reksadana yang tepat.

Terima Kasih

 

 

 

Ayo Bagikan Informasi ini :

One thought on “4 Jenis ReksaDana yang Perlu Anda Ketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *