6 hal penting saat memilih sekuritas

6 Hal Penting Saat Memilih Sekuritas

Selamat datang kembali di artikel yang berjudul “6 Hal Penting Saat Memilih Sekuritas”. Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih broker atau perusahaan sekuritas untuk investasi atau trading saham. Sehingga anda dapat memilih sekuritas yang tepat untuk anda.

6 Hal Penting Saat Memilih Sekuritas :

1. Legalitas Sekuritas

Hal ini menjadi hal yang paling penting dalam menentukan sekuritas, anda pasti tidak mau kan menginvestasikan uang anda melalui broker saham yang ilegal ?

Suatu sekuritas bisa disebut legal bila terdaftar resmi di website BEI dan semua aktivitas keuangannya diawasi oleh OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ). Selain itu sekuritas juga harus memiliki Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB)

Dengan memilih perusahaan sekuritas yang terdaftar resmi di IDX dan diawasi oleh lembaga-lembaga resmi maka anda akan bisa melaporkan masalah yang ada ke BEI (Bursa Efek Indonesia) ataupun ke Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan), sehingga anda dapat merasa tenang dan tidak takut terhadap kemungkinan penyalahgunaan terhadap uang anda.

Untuk Melihat daftar-daftar sekuritas yang resmi, anda dapat melihatnya di website resmi IDX dengan mengkliknya DISINI.

Memilih sekuritas yang legal menjadi sangat penting di tengah kondisi maraknya penipuan yang terjadi di masyarakat kita.

Jadilah masyarakat yang cerdas, sehingga tidak mudah diiming-imingi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Cek Biaya Transaksi

Semua orang pasti menyukai semua hal yang gratis. Namun seperti yang anda ketahui bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis, sama halnya dalam berinvestasi saham. Ada biaya yang dibebankan kepada anda dala setiap transaksi yang anda lakukan.

Setiap kali anda melakukan transaksi jual-beli saham perusahaan sekuritas akan menerapkan biaya terhadap jumlah transaksi anda. Jumlahnya memang tidak besar, dan diberlakukan dalam bentuk persentase. Fee dari transaksi jual beli saham sudah ada aturannya, aturannya adalah

Fee Beli :  < 0,20%

Fee Jual :  <0,30%

Anda dapat memilih broker dengan biaya transaksi yang tidak terlalu mahal agar anda dapat memaksimalkan keuntunan dari setiap penjualan atau pembelian saham anda. Anda dapat melakukan perbandingan antara masing-masing broker saham dalam hal biaya transaksi dan menentukan yang termurah, namun fee yang murah belum tentu menjamin kualitas dari pelayanan sekuritas tersebut.

Jadi jangan menjadikan fee jual/beli sebagai satu-satunya patokan dalam menentukan sekuritas yang baik. Anda juga harus memperhatikan pelayanan yang diberikan oleh sekuritas tersebut sehingga anda mendapatkan value yang lebih dari apa yang ada bayarkan.

3. Jumlah Setoran Awal

Banyak sekuritas yang masih menentukan jumlah minimum bagia anda untuk melakukan setoran awal misalkan Rp 5.000.000-Rp 10.000.000. Mahal sekali bukan ?

Namun anda tidak perlu khawatir, sekarang ini makin banyak perusahaan sekuritas yang memberlakukan setoran awal yang tidak membebani anda sekalian. Cukup dengan Rp. 100.000 ( Seratus Ribu Rupiah ).

Ya benar, dengan seratus ribu rupiah anda sudah dapat membuka rekening saham, murah bukan ?

Sekarang sudah bukan jamannya lagi untuk takut berinvestasi karena tidak memiliki modal yang besar. Terlebih pemerintah sedang menggalang kampanye “YUK NABUNG SAHAM” yang mempermudah seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal.

Jadi saran saya bagi anda yang baru memulai untuk berinvestasi saham, pilihlah broker yang memberikan kemudahan dalam melakukan setoran awal, karena belajar berinvestasi saham tidak harus dilakukan dengan nominal yang besar.

4. Memiliki Aplikasi Online yang Berkualitas

Pada era modern ini semua aktivitas sudah bisa dilakukan secara online, begitu juga dengan transaksi saham. Sekarang perusahaan-perusahaan sekuritas sudah banyak yang merilis aplikasi online untuk memudahkan nasabahnya dalam melakukan jual-beli saham.

Sekuritas yang sudah memiliki aplikasi online pasti akan memudahkan anda untuk bertransaksi. Namun kualitas dari masing-masing aplikasi online yang disediakan oleh setiap sekuritas berbeda-beda.

Ada yang memiliki tampilan yang user-friendly namun ada yang memiliki tampilan yang cukup kompleks terutama bagi anda yang masih baru belajar akan sangat merepotkan bukan ?

Jadi sebelum menentukan broker yang cocok, anda perlu melihat bagaimana kualitas dari aplikasi online yang mereka sediakan. Apakah cocok dengan anda ?

Berikut merupakan contoh dari aplikasi online trading dari beberapa sekuritas yang berbeda :

5. Menyediakan Program Edukasi

Hal ini yang sangat penting untuk anda yang baru memasuki dunia investasi saham. Banyak broker yang sudah menyediakan program edukasi untuk membimbing para nasabahnya untuk makin mengerti seluk beluk dunia investasi saham.

Jangan memilih sekuritas yang jarang menyediakan kelas edukasi bahkan tidak menyediakannya sama sekali.

Karena selain anda tidak bisa belajar lebih dalam terkait dengan dunia saham, hal ini juga menunjukan bahwa sekuritas tersebut tidak memiliki integritas dalam menjalankan bisnisnya.

Program edukasi yang biasanya disediakan dapat berupa :

  1. Webinar ( Seminar Online )
  2. Kelas Pembelajaran
  3. Melalui Forum Edukasi

Dalam memilih broker yang cocok anda perlu memperhatikan hal ini, karena broker yang baik tidak hanya akan mengambil untung dari para nasabahnya, namun juga akan mengedukasi dan membimbing nasabahnya untuk lebih mengenal saham.

6.

 . . .  Read More

Cara mulai investasi saham

4 Langkah Memulai Investasi Saham

Terkadang saat memulai hal baru pasti anda merasa bingung. Sama hal nya saat memulai berinvestasi saham. Sebenarnya banyak masyarakat modern yang ingin berinvestasi saham namun masih bingung cara untuk memulainya. Oleh karena itu saya akan menjelaskan cara memulai investasi saham dengan bahasa yang mudah anda mengerti.

Untuk gambaran besarnya, anda dapat menonton video singkat nya :

Video Singkat Cara Memulai Investasi Saham”

Cara untuk memulai berinvestasi saham  tidak sulit dan saya percaya anda pasti bisa melakukannya dengan mudah. Cukup ikuti langkah-langkah yang akan saya berikan agar anda dapat memulai bertransaksi di pasar modal.

Cara Memulai Investasi Saham

1. Tentukan Perusahaan Sekuritas ( Broker Saham )

Sebelum anda bisa membeli saham, yang anda perlukan adalah broker, apa itu broker ?

Broker saham atau yang sering disebut dengan perusahaan sekuritas adalah sebuah lembaga keuangan yang akan menghubungkan investor individu dengan Bursa Efek Indonesia. Sehingga anda akan bisa membeli saham yang ada di bursa.

Ada cukup banyak perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui lebih detil hal yang perlu anda perhatikan dalam menentukan Sekuritas yang baik, anda dapat membacanya disini :

2. Buat Rekening

 . . .  Read More

Apa Sih saham itu

Apa sih SAHAM itu ???

 Apa sih saham itu ? Mari mengenal apa itu saham secara lebih dalam lagi, saya akan berusaha menjelaskan pengertian apa itu saham menggunakan bahasa yang pastinya akan mudah dimengerti oleh pembaca. Tidak perlu memiliki pengetahuan yang luas terkait ilmu ekonomi atau akuntansi, cukup dengan adanya kemauan untuk belajar sudah cukup untuk memulai investasi saham. Sebelum memulai apa, saya akan bertanya apa yang akan terlintas di kepala anda bila mendengar kata SAHAM ?

  1. Mahal…
  2. Hanya untuk kaum berpendidikan
  3. Ribet
  4. Resiko tinggi

Hal yang disebutkan diatas merupakan alasan yang biasa digunakan oleh orang ketika diajak berinvestasi saham. Pasti anda juga pernah berpikir demikian kan ? Namun saya asumsikan ketika anda membaca blog ini dipastikan anda sudah mampu mengatasi keraguan terkait dengan hal yang saya sudah sebutkan diatas. Selamat atas hal tersebut… Mari kita telusuri lebih jauh apa itu SAHAM
=&0=& adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.
Bila anda perhatikan dari pengertian diatas, maka dengan membeli saham, sama saja dengan anda telah menjadi pemilik dari suatu perusahaan tersebut, walau hanya dalam jumlah yang kecil. Namun hal tersebut bukanlah suatu masalah bukan (?)

Konsep dasar dari saham dapat dianalogikan seperti ini :

Misalkan Pak Anton ingin membuka sebuah restoran bernama “WesRapopo”, dana yang dibutuhkan adalah 10 juta, namun sekarang Pak Anton hanya memiliki uang 5 juta. Oleh karena itu agar cita-citanya tercapai, Pak Anton mengajak 5 orang temannya yang lain untuk masin-masing meminjamkan uang 1 juta sehingga terkumpulah uang sebesar 5 juta rupiah, sehingga Pak Anton pun dapat membuka restoran yang ia inginkan tersebut.

Proses ketika Pak Anton berusaha mengumpulkan uang sebesar 5 juta dari teman-temannya sering disebut dengan penawaran saham, dan teman-teman Pak Anton yang memberi uang @1 juta secara tidak langsung memiliki saham senilai 1 juta pada restoran “WesRapopo”. Bila restoran ini menjadi ramai dan menghasilkan untung yang besar, teman-teman Pak Anton berhak untuk mendapatkan sebagian dari keuntungannya tersebut, hal ini sering dikenal dengan nama dividen saham. Ini hanya analogi singkat untuk lebih mengetahui mendalam dapat membaca artikel-artikel terkait…

Mengapa harus SAHAM ?

Pasti anda bertanya-tanya kenapa saya harus berinvestasi di saham ? Bukannya lebih baik uang yang saya miliki ditabung agar tidak berkurang jumlahnya dan tidak memiliki resiko ?

Pada dasarnya anda harus mengetahui perbedaan antara JUMLAH UANG & NILAI UANG.

  • Jumlah Uang adalah nominal yang tertera pada pecahan uang tersebut, misalkan Rp100.000,

 . . .  Read More